Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Yang pernah hidup di tahun 90an and 2000an awal tentunya kenal akrab dengan istilah Bonek singkatan dari Bondo Nekat, yg merupakan sebutan untuk pendukung Persebaya Surabaya yg dengan modal nekat (baca: gak punya uang sepeserpun..”disitu saya suka merasa sedih”..hikhikhik…) tapi bisa nyampe Jakarta dan nongol dimana saja kesebelasannya bertanding termasuk stadiun Gelora Bung Karno Jakarta, mereka pasti menemukan jalan kemanapun itu dengan modal nekat tadi…hahahaahahaaa

Bang Edo bukanlah arek-arek Suroboyo tapi wong Sumatera tulen…tapi dalam banyak hal Bang Edo sering terinspirasi semangat para Bonek tersebut, tentunya dilakukan dengan cara dan tujuan yg positif taiyeee…

 

Dan itu yang baru saja terjadi di tanggal 19 April 2015 lalu, Bang Edo menjadi Bonek di 3Dams Challenge..Dams Challenge adalah Road Bike Event Premier di Western Australia yg merupakan salah satu dari the 50 Top Rides in the World, event ini menguji nyali para road bikers (istilah keren untuk tukang gowes sepeda di jalan raya..hehehe) untuk menyelesaikan 146 km ride untuk 3Dams dan 235km untuk 5Dams dalam waktu maksimum 12 Jam…sesuai dengan namanya, event ini melewati 3 Dams (Mundering Weir, Canning Dam dan Wungong Dam) untuk 3Dams Challenge dan tambahan dua Dams (Serpentine Dam dan Churchman Brook Dam) untuk 5 Dams Challenge. Selain menguji nyali, Challenge ini juga menguji ketahanan mental dan juga skill karena rutenya yg penuh dengan tanjakan-tanjakan tajam dengan totalclimb mencapai 1800 meter yg masing-masing tanjakannya bisa mencapai 300 meter….(nanjak pake mobil aja perlu oper gigi rendah…wkwkwkk)

Sebagai pecinta gowes, sebenarnya bang Edo punya sedikit modal dalam dunia per-RoadBike-an  karena sudah dua tahun lebih menjadi commuter dari rumah ke kantor dgn total jarak 20 km per hari ditambah ikutan muterin Swan River yg berjarak 45km bersama teman kantor setiap Selasa dan bersama tim Gowes setiap weekend..tapi long ride 145km dan naik turun bukit is another animal..ibaratnya yg biasa dilakukan bang Edo itu Kucing, 3Dams Challenge itu Gajah..hahahaa…

 

Satu-satunya bukit yg pernah ditaklukkan Bang Edo sebelum daftar 3Dams Challenge hanyalah tanjakan Nagrek di Mosman Park yg elevasinya cuma 40 meter…itupun sering di skip karena dirasa berat, biasanya bersama tim gowes kita sering melipir kearah Cottesloe Beach untuk menghindar, tapi kita bilangnya lagi cari rute yg lebih jauh dan scenery yg lebih bagus…wkwkwkwkwkkkk

 

Bang Edo sebenarnya sudah punya rencana ikut challengenya tahun depan aja, tapi tak dinyana assignment di Perth kemungkinan besar akan berakhir tahun ini, sehingga tidak ada pilihan lain, Do it Now or Never……Walaupun ada yg mengingatkan untuk jangan memaksa diri plus akal sehat juga berkata tidak akan mampu, tapi mental Bonek dan semangat Do It Now or Never plus provokasi dari dua teman kantor yg sudah duluan daftar, akhirnya bang Edo berpartner dengan teman kantor Andrew nekat mendaftar di hari terakhir pendaftaran yaitu 27 Maret 2015..Commitment sudah bulat, ekspektasi akan painful sudah di set di kepala. Dengan semangat “No Pain No Glory”, dan dengan waktu persiapan yg hanya 3 minggu, Bang Edo langsung tancap gas latihan tanjakan…setelah ganti cassettee (gigi belakang) sepeda dengan yg berdiameter lebih besar (sampai ukuran 28T), Bang Edo langsung potong kompas ke latihan-latihan tanjakan tajam, layaknya bimbingan belajar intensif sebelum UMPTN, materi-materi dasar di skip aja, langsung ke contoh soal….huahahaaa..

 

Reabold Hill di City Beach dgn beda elevasi 70 meter menjadi santapan tiap hari, dua lap saat berangkat kantor dan dua lap saat pulang..setelah seminggu menjajal Reabold Hill, Bang Edo diajak untuk pertama kalinya menjajal tanjakan Kalamunda…alamakkkkk..mau nangis rasanya…tanjakan sepanjang lebih dari 7 km dengan beda elevasi mencapai 250 meter bak pukulan upper cut Mike Tyson yg tepat mengena di mental Bang Edo..karena dua minggu lagi, akan ada 5 tanjakan serupa yg harus ditaklukkan….pokoknya pusing deh pala barbie jadinya….huahahahaaaa..Tapi Bang Edo sudah mencapai Point of No Return…tekad sudah bulat..makanya minggu kedua latihan di Reabold Hill semakin diintensifkan, standar dinaikkan menjadi paling tidak 3 laps saat berangkat kantor dan 3 laps saat pulang dan puncaknya terjadi pada hari Minggu 12 April, pas seminggu sebelum D-Day dengan 5 Laps secara beruntun di Reabold Hill, masih belum puas, Bang Edo putar-putar di City Beach..hampir semua tanjakan tajam di City Beach di hajar, Tanjakan Hale Road, Wembley Downs, dan beberapa tanjakan di seputaran City Beach Water Tower habis di lahap Bang Edo selama lebih dari 90 menit…very painful…hihkhihkkkk…malamnya Bang Edo terkapar tertidur puas kecapekan dan pulassss…wkwkwkwkkk

Reabold Hill)

Seninnya masih mampu gowes ke kantor walaupun Reabold Hill di skip karena kaki terasa pegal, tapi begitu ikut teman kantor muter Swan River hari selasa, kaki benar-benar terasa lemas..tidak bertenaga sama sekali…nafas masih kuat tapi semua otot seolah berteriak kenceng : “ampuunnnn Bang Edo…kasih gua istirahat dongggg….” dan dititik itulah Bang Edo merasakan bahwa persiapan sudah mencapai limit paling tinggi…nothing else I can do rather than slow commuting to office rabu dan kamis..lalu Jumat dan sabtu off dari sepeda untuk persiapan D-Day hari minggu.

 

It is the D-Day..Sunday 19 April 2015, akankah hari ini menjadi hari bersejarah untuk bang Edo?..bangun pukul 4.30 am..My Lovely Wife Olivia juga ikut mensupport dengan membuat light breakfast Egg on Toast dengan penuh cinta..cieee-cieee…setelah shalat subuh, Bang Edo diantarkan dengan penuh cinta oleh Istri beserta dua Princesses (Elovia dan Viola) ke Sir James Mitchel Park tempat event dimulai…2200 peserta ikut ambil bagian dalam event tahun ini..terbersit dalam benak Bang Edo…”kurang kerjaan banget nih orang-orang ya, disaat yg lain masih lelap tidur di pagi minggu yg dingin, mereka berkumpul di lapangan ini, mengantri untuk menyakiti diri dengan gowes naik turun bukit selama lebih dari 5 jam, mending gratis..ini bayar 199 dollar atau sekitar 2 Juta Rupiah lagi”..wkwkwkkkk….tapi semua peserta tentunya punya tujuan yg hampir sama dengan Bang Edo…menjadikan event ini untuk menguji nyali, mencoba push to the limit baik itu ketahanan fisik maupun mental untuk sebuah kemenangan individu yg Insya Allah bisa menjadi pemacu semangat dan berguna dalam kehidupan kedepan seperti apa yg dikatakan oleh Theodore Roosevelt: “…..The great man is always the man of mighty effort, and usually the man whom grinding need has trained to mighty effort” dan dengan semangat untuk selalu mendewasakan diri seperti yg dikatakan oleh Percy Cerutty: “You only ever grow as a human being if you’re outside your comfort zone”……ngeri ya quotesnya….bikin darah bergolak dan seluruh badan gemetarrrrr..heheheee..kalo sempat didengar anak Bang Edo, pasti dia akan bilang: Ayah Lebayyyy…..wkwkwkk

 

Bang Edo datang pertama dari empat peserta sekantor..lalu muncul Jon dan Hank (Duo goweser Murphy Oil yg kayaknya gak punya jantung dan gak punya otot kaki..karena kalo sudah gowes, gak pernah kelihatan capek dan lemas..maunya sprint mulu…wkwkwkkkk)..Lalu muncul Andrew yg di event kali ini menjadi Partner Bang Edo. Andrew juga terkenal dengan napas kudanya kalo lagi gowes keliling Swan River, tapi pagi ini dia datang dengan muka pucat pasi dan ternyata doi kena food poisoning..sudah bolak-balik ke toilet beberapa kali sebelum berangkat…tapi salutebuat Andrew karena dia tetap datang karena terlanjur janji untuk menemani Bang Edo menaklukkan 3Dams…Tepat pukul 06.56 am kita dilepas di starting point..lalu menyusuri jalur flat Mill Point Road – Canning Hwy – Great Eastern Hwy, tapi baru jalan 10 km, Andrew terpaksa memutuskan untuk Pull Out dari event karena keadaannya yg semakin parah dan tidak memungkinkan untuk lanjut, kehilangan Partner, Bang Edo tidak putus asa, setelah meyakinkan Andrew dalam keadaan ok, Bang Edo tetap melanjutkan challenge tanpa partner yg sebenarnya tidak diperbolehkan oleh panitia, tapi karena Bang Edo punya dua teman lainnya, makanya diberi exception, Bang Edo lalu bergabung dengan group yg cukup besar menyusuri Great Eastern Hwy melalui Guildford menuju tanjakan pertama di ujung Great Eastern Hwy, tanjakan sepanjang 7 km dengan beda elevasi setinggi 280m pun berhasil ditaklukkan Bang Edo dengan mulus, dipuncak tanjakan pertama, kaki sudah terasa lemas, maka energy gel kedua (lebih akrab disebut Viagra dikalangan goweser..hehehee) pun harus di telan Bang Edo…Di Mundaring Weir, Bang Edo kembali bertemu dengan Jon dan Hank…lega rasanya karena bisa gowes bareng teman kantor lagi…setelah istirahat makan pisang dan refill kedua botol minuman dengan air dan minumam elektrolit, perjalanan dilanjutkan dan langsung dihadapkan pada tanjakan tajam kedua, yg ini beda elevasinya hanya 150m tapi karena kaki sudah pegal, maka pedalpun terasa sangat berat…begitu sampai puncak tanjakan dengan kaki gemetaran, lihat GPS, ternyata baru melewati 45km..mental langsung kecut…OMG..ternyata belum sampai setengah perjalanan…batin ini berteriak…ya Tuhan sampai kapan penderitaan ini akan berakhir….Hikhikhikhikkk

 

Untungnya Jon dan Hank menunggu Bang Edo di puncak tanjakan tersebut, sehingga semangatpun semakin membara…setelah melewati tanjakan-tanjakan yg hari itu tergolong rendah dibanding yg lain dgn jumlah yg tak terhitung, sampailah kami di Dam kedua yaitu Canning Dam, karena antrian refill botol yg panjang, kami memutuskan untuk tidak berhenti dan langsung tancap gas..tapi ternyata disitulah terletak kesalahan Bang Edo yg dengan semangat mengiyakan ide Hank dan Jon untuk langsung lanjut..karena begitu turun dari Canning Dam, kami langsung dihadapkan dengan tanjakan yg nyaris melumpuhkan Bang Edo, dgn beda elevasi 107m, tanjakan ini benar-benar terasa berat, Bang Edo harus beberapa kali berdiri untuk tetap mempertahankan sepeda untuk tetap maju…dan disaat itu pula ada dua orang cyclist yg dengan smooth dan santai melewati Bang Edo…sakitttt rasanya lihat kekuatan mereka…dan yg lebih gila lagi..mereka nanjak sambil ngobrol lagi….sementara Bang Edo tertatih-tatih….aduuuhhhh maakkkk sakitnya tuh disiniiiiii..perih bagaikan disayat sembilu….wkwkwkkk

 

Karena hancur lebur di tanjakan Canning Dam, Jon and Hank ngacir sudah gak kelihatan lagi…Bang Edo harus menenggak Viagra ke empat untuk bisa mempertahankan kaki yg sudah mulai kebas…,begitu melihat sign Wungong Dam, Bang Edo riang bukan kepalang karena itu tandanya sudah mencapai Dam terakhir yg merupakan tempat istirahat makan siang, tapi kaget bukan kepalang begitu tahu lokasi istirahat lunch ada di parkiran yg untuk menjangkaunya harus melewati sebuah tanjakan terjal yg walaupun tidak jauh tapi gradientnya sangat tinggi….Panitia memang tega sekali nih…padahalkan bisa aja pilih tempat lunch di lembah…hehehee…ingin rasanya melaporkan panitia ke Bareskrim biar di jadikan tersangka penyiksaan terhadap peserta….huahahahaaaaa

 

Saking capainya, begitu sampai tempat lunch, kaki bang Edo benar-benar sudah kebas..mau jalan aja sudah berat..sepedapun dilempar aja ke dedaunan..wkwkwkkk…Setelah istirahat Lunch selama lebih kurang 45 menit, badan dan kaki terasa berenergi lagi, Hank mengingatkan Bang Edo bahwa tinggal satu tanjakan tajam lagi dan setelah itu hanya tersisa down hill dan flat menuju garis finish…begitu lihat di GPS, tertera angka 100km yg artinya hanya tersisa 46 km lagi…semangat Bang Edo makin membara, tanjakan terakhir yg cukup terjal malah di hajar Bang Edo dgnsmooth tanpa masalah, begitu mencapai puncak tanjakan tersebut..Hank langsung mengucapkan selamat: Well Done Edo..You Did it…now enjoy the descending…..mendengar itu, Bang Edo jadi semakin bersemangat, adrenalin terasa mengalir dalam darah Bang Edo…semua tanjakan sudah ditaklukkan..senangnya bukan main, descending dari perbukitan menuju Armadale menjadi bagian yg paling dinikmati Bang Edo hari itu, lalu diikuti dgn jalur yg relatif flat sejauh 45km menuju Freeway dilalui dengan semangat tinggi karena dikepala sudah membayangkan garis finish yg tidak jauh lagi…keberuntungan juga sedang berpihak, Bang Edo, Hank dan Jon bertemu dan bergabung dengan group besar hampir 30 orang yg dipimpin oleh cyclist kuat, average speed pun mencapai 40kph, dan Bang Edo juga harus menenggak viagra dua kali supaya tetap keep up dgn group itu…

Dan tepat pukul 1.25 pm atau setelah 5 jam 49 menit diatas pedal, Bang Edo berhasil melewati garis finish…darah segar terasa mengalir keseluruh tubuh dgn kencang, kabahagiaan itu begitu nyata bercampur dengan kebanggaan yang tiada tara terhadap effort yg telah Bang Edo lakukan…sebuah achievement terbesar dalam karir olahraga Bang Edo terukir saat itu, keberhasilan mengalahkan ketidakpercayaan diri, keraguan mental dan melewati batas limit kemampuan fisik dan skill….I Did It….Mission Accomplished…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *