Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mountain bike

Saya selalu menikmati suasana ketika berada dihutan.

Menelusuri jalur setapak di akhir minggu bersama teman teman.

Saya sangat menikmat angin yang menerpa wajah diturunan. Biarkan sepeda meluncur tanpa harus pedaling beberapa sesaat. Like old saying:

“Only a biker knows why a dog sticks his head out of a car window”

“You can’t buy happiness, but you can buy a bike. That’s pretty close.”

Picture this :

Suara gemericik air hujan diatas helmet dan jaket kita di musim hujan dan menerjang genangan air dengan sekencang-kencang nya.  Kang Kiki, Om Nuer, Om Kubus,  Andi and Thomas tahu betul apa yang saya maksud.

Bau debu yang terinjak ban sepeda di musim kemarau.

Suara napas tersengal diujung tanjakan.

Pemandangan disepanjang jalan.

“Bikes and coffee always go together. Culturally, coffee and bikes are very similar.”

Saya selalu menikmati suasana ketika berada dihutan.

Menelusuri jalur setapak di akhir minggu bersama teman teman.

Saya sangat menikmat angin yang menerpa wajah diturunan. Biarkan sepeda meluncur tanpa harus pedaling beberapa sesaat.

 

Setiap saya mencapai puncak, sesaat sebelum menuju turunan, saya selalu menyempatkan berhenti sejenak.

Saya selalu melihat sekeliling dan menikmati keheningan dengan seksama. Menempatkan semua dalam perspective.

Pemandangan, pencapaian, dan rasa senangnya.

Satu hal yang selalu saya lakukan dengan teman teman saya diakhir gowes. Semacam ritual yang tidak boleh di lewatkan. Terasa ada yang kurang kalau tidak dilakukan.

Ngopi bareng.

Semua gowes yang saya lakukan bersama teman-teman pasti dalam route nya kita pastikan melewati kedai kopi yang tempatnya nyaman buat kami. Ngobrol santai diluar sambil ngopi betapa nikmatnya. Badan penuh lumpur dan berkeringat atau basah disaat musim penghujan terasa membuat suasana lebih bermakna. Pencapain, pertemanan, kesenangan. Semua bercampur menjadi satu.

“While some people are choosing

between chicken and fish,

my choice is between dust and mud

(with rocks on the side).

Getting there isn’t easy. And that’s the best part.”

“Where does this road end ? Never. We can stop anytime. But who wants to ?”

 

Pada akhirnya saya melakukan ini bukan dengan tujuan ingin menjadi sehat. Lebih banyak olahraga lain yang lebih baik memberikan manfaat kesehatan. Bahkan secara resiko mengalami kecelakaan mungkin lebih besar dibanding olahraga lain. Kalau pun saya lebih fit itu hanyalah bonus. Om Niko, Om kubus dan Om Nuer, Pak Hilman tahu betul rasanya tertipu dibelokan dan harus nyungsep di semak belukar. Jebakan betmen kalau om nuer bilang.

 

Saya melakukan ini hanyalah karena saya mencintai kegiatan ini. Tidak ada yang bisa menghentikan saya untuk melakukan itu. Saya tidak dapat membayangkan hidup tanpa bersepeda. Entah sampai kapan.

 

Cari tahu lebih lanjut mengenai trails yang biasa kami kunjungi disini

 

Addicted ? Possesed is a better word.

 

Sebenarnya kita tidak akan menjadi sangat sehat dengan bersepeda gunung jika dibanding olahraga lain.

Kita hanya menjadi lebih cepat dan lihai. Selalu mencoba hal yang baru. Selalu memacu kemampuan lebih keras lagi. Mencoba lebih lihai ditikungan. Mencoba lebih cepat ditanjakan. Mencoba lebih tinggi meloncat. Mencoba lebih baik di semua hal.